Keterbatasan Bukan Sebuah Halangan Untuk Menebar Kebaikan

Pahlawan Indonesia yang satu ini bernama  Agus yang kini usianya 43 tahun. Ia menetap di sebuah gubuk reot ditemani ibundanya di Desa Margamulya, Kabupaten Lebak. Setiap orang yang bertemu dengannya menjadi merinding dan malu karena semangatnya dalam mencerdaskan anak bangsa.

Pak Agus merupakan salah satu guru ngaji yang mempunyai keterbatasan di mana kakinya sudah tidak dapat digunakan untuk berjalan sedangkan satu tangannya juga tidak dapat berfungsi dengan baik. Sejak kecelakaan yang menimpanya tahun 2011, ia tinggal seorang diri bahkan anak dan istrinya meninggalkannya. Ibunya memiliki rumah tak jauh darinya sehingga sering kali membantu keperluan Pak Agus.

Sudah lima tahun ini ia membina anak-anak TK sampai SMP untuk mengaji.  “Walaupun saya tidak bisa apa-apa tapi saya ingin terus bermanfaat untuk orang lain, mengajar anak-anak mengaji agar mereka bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar”, jelasnya kepada relawan RSIK.

Ditengah kekurangannya, Pak Agus masih senantiasa bersyukur atas nikmat sehat yang ia miliki. Ia tak ingin menjadi orang diam saja dan yang berhenti bersyukur. Meski Allah mengambil sebagian kenikmatan untuk berjalan menyusuri bumi Allah, ia menyadari bahwa ada pelajaran yang sangat besar Allah beri kepadanya. Saat ini ia dapat menjelajahi firman-firman Allah dengan mengajarkan Al-Qur’an  kepada anak bangsa.  Itulah Pak Agus, pahlawan Indonesia yang tak dikenal oleh media dan banyak orang, namun sering kali ia dikelilingi oleh penduduk langit.

“Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *